HARTABUTA :
Selasa, 1-10-2024.
https://www.facebook.com/share/p/VvDGPDTvGWmRx2rT/?mibextid=xfxF2i
MELACAK JEJAK SEJARAH SIAPAKAH AYAH DARI RADEN FATAH DEMAK
Girishawardhana Dyah Suryawikrama
(Raja Majapahit 1456 - 1466)
Tokoh Bhra Hyang Purwawisesa dianggap identik dengan Girishawardhana Dyah Suryawikrama, raja Majapahit yang mengeluarkan Prasasti Renek tahun 1457 dan Prasasti Sendang Sedur tahun 1463. Nama Dyah Suryawikrama sebelumnya juga muncul dalam Prasasti Waringin Pitu (1447), sebagai putra kedua Dyah Kertawijaya.
Menurut Pararaton, Sepeninggal Rajasawardhana tahun 1453 Majapahit dilanda kekosongan pemerintahan selama tiga tahun. Baru pada tahun 1456, Girishawardhana Bhre Wengker naik takhta bergelar Bhra Hyang Purwawisesa. Pada tahun 1462 terjadi bencana gunung meletus mewarnai pemerintahannya.
Jika Rajasawardhana identik dengan Dyah Wijayakumara, dan Girishawardhana identik dengan Suryawikrama. Maka, kekosongan pemerintahan selama tiga tahun setelah kematian Wijayakumara alias Rajasawardhana, dapat diperkirakan terjadi karena adanya perebutan kekuasaan antara Suryawikrama melawan para keponakannya, yang dipimpin oleh Samarawijaya, putra sulung Wijayakumara.
Prasasti Waringin Pitu juga menyebutkan Samarawijaya adalah menantu Suryawikrama. Pada tahun 1456 perebutan kekuasaan berakhir setelah Samarawijaya merelakan takhta Majapahit kepada Suryawikrama alias Girishawardhana, yang tidak lain adalah paman sekaligus mertuanya tersebut.
Setelah Jayeswari wafat tahun 1464 / ibu Dari Girishawardhana, dan Girishawardhana wafat pada tahun 1466, terjadi kembali perebutan kekuasaan antara paman dan keponakan yaitu, Singhawikramawardhana, adik Girishawardhana, dengan Bhre Kertabhumi, adik Samarawijaya., Bre Kertabumi dan Samara Wijaya Keduanya adalah Anak dari. Rajasawardhana / Sang Sinagara / Bre Kahuripan (Raja Majapahit 1451 - 1453)
Girisawardhana wafat pada tahun 1466, ia digantikan oleh adiknya Dyah Suraprabhawa yang dianggap identik dengan Bhre Pandansalas, bergelar Singhawikramawardhana yang namanya tercatat dalam prasasti Waringin Pitu (1447) sebagai putra bungsu Dyah Kertawijaya.
P Wikramawardana wafat 1429
I_________________________________
I. I
Dyah Kertiwijaya w 1450 Ratu Suhita w 1447
I_______________________________________
I. I. I
Sang Sinagara Gishawardhana Suraprabawa
I. I. I
Bre Kertabumi. Batara Katong Raden Patah
(Brawijaya V). Raja Ponorogo. Raja Demak
Catatan :
- Rajasawardhana Sang Sinagara w 1453 Jadi Raja Majapahit 1451 - 1453
Beputra 5 ( Bre Kahuripan/Dyah Samarawijaya , Bre Mataram , Bre Pamotan , Bre Lasem II dan Bre Kertabumi )
- Girishawardhana / Bre Wengker / Bre Tumapel II w 1456 Raja Majapahit 1453 - 1456
Berputra 2 (Batara Katong dan Kyai Ageng Giring I)
Menurut Pararaton, pada tahun 1466 M, Girisawardhana dikabarkan wafat dan digantikan oleh Singhawikramawardhana Dyah Suraprabhawa, yang merupakan adik dari Giriśawardhana Dyah Suryawikrama. Hal ini menyebabkan kekecewaan anak-anak Rājasawardhana Sang Sināgara, diantaranya Bhre Kahuripan Sang Munggwin Jinggan, Bhre Mataram Dyah Wijayakusuma, Bhre Lasem, Bhre Pamotan, dan yang bungsu Bhre Kertabhūmi
- Suraprabawa w 1466 Raja Majapahit 1456 - 1473
Berputra 4 (Dyah Wijayakarana , Dyah Ranawijaya / Girindrawardana ,Bre Lasem III/P Wiranegara dan Raden Fatah )
Dyah Suraprabhawa juga dianggap identik dengan Bhre Pandansalas, tercatat namanya dalam prasasti Waringin Pitu (1447) sebagai putra ke 3 Dyah Kertawijaya.salaj satu Istrinya bernama Rajasawardhanadewi Dyah Sripura yang identik dengan Bhre Singhapura. Peninggalan sejarah Suraprabhawa setelah menjadi raja berupa prasasti Pamintihan tahun 1473.
Tahun kematian Suraprabhawa kemudian ditemukan dalam prasasti Trailokyapuri yang dikeluarkan oleh putranya, Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Menurut prasasti tersebut, Suraprabhawa alias Singhawikramawardhana meninggal tahun 1474
Selanjutnya Bre Kertabumi bin Rajasawardhana Sang Sinagara naik Tahta tahun era 1473 - 1474 (1468 - 1474)! setelah Mengalahkan Dyah Suraprabawa
pada tahun 1468, anak bungsu Rajasawardhana yaitu Bhre Kertabhumi melakukan pemberontakan terhadap Suraprabhawa
Bre Kertabumi merupakan putra bungsu dari Rajasawardhana Sang Sinagara (Raja Majapahit 1451 - 1453)..
Nama beliau dikenal melalui Prasasti Jiyu, Serat Pararaton, Kakawin Banawa Sekar, Suma Oriental
- Dyah Ranawijaya bin Suraprabawa Mengalahkannya Bre Kertabumi dan Bertahta di Majapahit Era 1474 - 1521 sebelum di Kalahkan oleh Sultan Trenggono Demak pada 1521
Dyah Suraprabhawa bersama keluarganya setelah Di Kalahkan Oleh Bre Kertabumi mengungsi ke Keling Kediri bersama Putranya Dyah Wijayakarana, dan Dyah Ranawijaya yang Selanjutnya Menjadi Penguasa Keling-Kadiri dengan gelar "Girindrawardhana".
Susur Galur Nasab
Girishawardhana w 1466 (Bre Wengker)
I_________________________________
I. I
Batara Katong Kyai Ageng Giring
I. I
Ratna Pambayun Kyai Ageng Giring II
(Istri P Wotgaleh ). I
I. I
P Maulana Mas Kajoran Kyai Ageng Giring III
(leluhur Klan Kajoran Ampel) I
I. I
P Bagus Kajoran. Ratu Giring
(Ipar P Senapati ). (istri P Senapati)
I. I
P Raden Ing Kajoran. + RA Wangsa Cipta
I
P Rama Kajoran / Raden Kajoran Ambalik (Pemimpin Perlawanan Terhadap VOC Belanda 1677 - 1679)
Suraprabawa w 1474 Raja Majapahit 1466 - 1474
I_____________________________________
I. I I
R Fatah RA Kapasan Bre Lasem/P Wiranegara
I. I. I
R Trenggono + RA Campa RA Sholeha + R Kikin
I. I
R Mukmin / R Prawoto R Haryo Penangsang
I.
P Arya Pangiri
R Fatah. Sunan Gunung Jat i+RA Kapasan II
I. I
Ratu Nyawa + R Muhamad Arifin/ P Pasarean
I
P Dipati Cirebon Sedang Kemuning
I
Panembahan Ratu I Cirebon
#Catatan RA Kapasan binti Suraprabawa istri Abu Hurairah/Kyai Ageng Kapasan
Berputra - Putri .
- Kyai Ageng Campa Demak
- RA Kapasan II / RA Tepasari istri SGJ
- RA Manyuran Anom / RA Campa
والحمد للّه ربّ العالمين
صلّى اللّه على محمّدظ









0 komentar:
Posting Komentar